Kawal Mutu Benih Nasional, BRMP TAS Tuntaskan Evaluasi Kelayakan Kebun Sumber Benih Tebu 2025
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional, melalui program bongkar ratoon dan perluasan lahan baru pada 2025 seluas 100 ribu hektare dengan target 6 miliar mata benih. Guna memastikan program berjalan optimal, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS)—sebagai UK-UPT Kementan dengan komoditas mandat tebu—berperan aktif mengawal mutu hulu-hilir dengan melakukan evaluasi kelayakan teknis kebun sumber benih sepanjang tahun 2025 dengan berpedoman pada Kepmentan Nomor 170/Kpts./KB.020/E/10/2025 tentang pedoman atau teknis perbenihan perkebunan. Tim evaluasi kelayakan BRMPTAS yang beranggotakan 18 personel diturunkan untuk melakukan inspeksi fisik dan dokumen demi menjamin legalitas serta akuntabilitas benih di lapangan.
Secara teknis, evaluasi kelayakan teknis kebun sumber benih oleh tim BRMP TAS difokuskan di dua provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Provinsi Jawa Timur, evaluasi mencakup lahan seluas 2.483,625 hektar yang tersebar di sembilan kabupaten, yaitu Blitar, Malang, Situbondo, Jombang, Lumajang, Probolinggo, Kediri, Nganjuk, dan Jember. Dari luasan tersebut, sebanyak 31,94 persen (793,275 hektar) dinyatakan layak sementara sisanya sebesar 68,06 persen (1.690,350 hektar) dinyatakan tidak layak karena tidak memenuhi persyaratan mutu benih, seperti kemurnian varietas, adanya serangan penyakit sistemik (luka api) dan hama penggerek, serta ketidaksesuaian umur tanaman.
Langkah serupa dilakukan di klaster Provinsi Jawa Tengah dengan total lahan yang diperiksa seluas 197,260 hektare yang berpusat di Kabupaten Kudus dan Sragen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92,17 persen (181,810 hektar) dinyatakan layak dan sisanya 7,83 persen (15,450 hektar) yang dinyatakan tidak layak.
Secara akumulatif, lahan yang dievaluasi dan dinyatakan layak oleh BRMP TAS mencapai 975,085 hektare. Luasan tersebut diproyeksikan mampu mensuplai 390,03 juta mata benih tebu. Angka ini setara dengan 20,25 persen dari total 1,92 milyar benih yang telah disalurkan oleh Dirjenbun sepanjang tahun 2025 atau menyumbang 6,5 persen dari total kebutuhan nasional yang dicanangkan oleh Dirjenbun. BRMP TAS berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan evaluasi teknis kelayakan kebun sumber benih pada tahun 2026 demi menjaga keberlanjutan kualitas dan kedaulatan swasembada gula nasional.